Inovasi dan Kolaborasi Kunci Utama untuk Memaksimalkan Keterbukaan Informasi

05 Oct 2020 / Humas LIPI

Inovasi dan Kolaborasi Kunci Utama untuk Memaksimalkan Keterbukaan Informasi

Jakarta, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kembali mengikuti kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Badan Publik pada tahun ini. LIPI merupakan salah satu badan publik yang dinilai oleh Komisi Informasi Pusat dalam kegiatan Monev tersebut, yang diselenggarakan secara daring pada Senin (5/10/2020). Dalam salah satu kesempatan sesi diskusi penilaian pada Monev itu, Kepala LIPI Laksana Tri Handoko mengatakan, inovasi dan kolaborasi merupakan kunci utama dalam memaksimalkan keterbukaan informasi publik. “Untuk inovasi, LIPI telah melakukan digitalisasi kebun raya dan seluruh proses bisnis sudah sepenuhnya elektronik termasuk tiket masuk online dan sebagainya. Hal ini sebagai bentuk respons LIPI untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku di masa pandemi Covid-19. Lalu, inovasi lainnya adalah menyediakan virtual tour Kebun Raya yang dapat dinikmati secara online,” jelasnya. Handoko melanjutkan, inovasi lainnya lagi adalah LIPI mulai awal tahun ini, telah menggantikan telepon (fixed line) dengan aplikasi Whatsapp. “Tujuannya, tidak hanya mempermudah dan mempermurah proses komunikasi, tetapi juga meningkatkan kualitas komunikasi. Termasuk pelayanan informasi publik melalui PPID di LIPI dan semua satuan kerja sudah menggunakan nomor-nomor khusus,” tambahnya. Sedangkan untuk kolaborasi, lanjut Handoko, hasil riset LIPI yang sudah dikomersialkan dengan industri masuk dalam e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) agar lebih mudah diketahui publik. “Dalam pengadaan barang dan jasa sudah dengan LKPP sebagai konsultan, khususnya projek yang seharga lebih dari 100 Miliar sudah bekerja sama juga dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), jadi tidak hanya memakai pokja yang berada di LIPI saja,” ujarnya. Sementara itu, Handoko berharap untuk penilaian keterbukaan informasi badan publik tahun ini, LIPI diharapkan berubah status menjadi badan publik yang Informatif. “Setelah dua tahun berturut-turut mendapatkan status Menuju Informatif, perbaikan demi perbaikan telah dilakukan dan kali ini dengan persiapan yang lebih serius, kami berharap menjadi badan publik yang Informatif,” tandasnya. Sebagai informasi, kegiatan Monev kali ini dilakukan oleh Hendra J Kede, Wafa Patria Umma dan Totok Pranoto selaku dewan juri dari Komisi Informasi Pusat. Dalam menjawab pertanyaan pada sesi diskusi pendalaman, Kepala LIPI didampingi oleh Sekretaris Utama LIPI, Nur Tri Aries Suestiningtyas. (dr/ed: drs – dikemas ulang hmn/ed: pwd)